Poster Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini
  • 6/10

Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (2020)

Sinopsis film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

Setiap keluarga pasti memiliki rahasia termasuk Angkasa (Rio Dewanto), Aurora (Sheila Dra) dan Awan (Rachel amanda) yang merupakan kakak beradik yang hidup dalam keluarga yang bahagia. Tetapi Awan mengelami kegagalan pertamanya dan ia berkenalan dengan Kale (Ardhito Pramono), seorang cowok nyentrik yang memberikan Awan pengalaman baru, agar ia tidak patah semangat. Tetapi perubahan Awan mendapat tekanan dari orangtua mereka yang membuat ketiga kakak beradik tersebut memberontak menyebabkan terungkapnya rahasia dan trauma besar dalam keluarga mereka.

Adegan selama kredit film: Tidak Ada
Adegan setelah kredit film: Tidak Ada

Info Film

  • Tanggal Rilis 02 Januari 2020
  • Durasi 121 menit
  • Sutradara Angga Dwimas Sasongko
  • Produser Anggia Kharisma
  • Produksi Visinema Pictures, Idn Media, Blibli.com, Xrm Media
  • Distributor -
  • Genre Drama
  • Kelompok Umur 13+

Daftar pemain film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

Review & Ulasan film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

Film remaja dengan quotes bertubi

| Ditulis oleh:

“Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini” merupakan film adaptasi dari graphic book yang cukup menghebohkan beberapa waktu lalu, yang pada pemberitaannya peluncuran buku ini ludes habis terjual dalam hitungan menit. Wow!. Rupanya animo dari para remaja ini yang akan dimanfaatkan ‘Angga Dwimas Sasongko’ sebagai peruntungannya  untuk mendapatkan perolehan penonton terbanyak.

Film ini dibuka dengan visual sebuah kapal kertas yang melayang-layang diawan serta narasi ‘Quotes’ dari tokoh utama yaitu Awan (Rachel Amanda) lalu dihadapkan pada sebuah scene flashback keluarga harmonis. Dua orang anak laki-laki dan perempuan dengan Ibu yang hamil, juga seorang Ayah muda (Oka Antara) bijak nan penyayang, penggambaran yang sangat tipikal terhadap sebuah keluarga harmonis. Dilanjutlah dengan adegan Ibu yang hendak melahirkan di Rumah Sakit. Dokter datang membaca data lab pasien dengan raut tak biasa, dan berkata ‘Semua akan baik-baik saja’ dari situ kita tahu ini tidak akan baik-baik. Sang Ayah datang dengan raut tak biasa memeluk anak laki-lakinya, rahasia ini yang menjadi planting sepanjang film.

Awan bekerja pada sebuah firma arsitek, sebagai pegawai yang masih dalam tahap probation. Perlakuan Ayah (Donny Damara) terhadap Awan sangat over protektif, Sang sulung (Rio Dewanto) diamanatkan untuk menjaganya, dan antar jemput. Konflik dimulai ketika Awan dipecat oleh Bosnya (Rio Dewanto) yang juga seorang arsitek idolanya. Lalu insiden ala-ala sinetron terjadi, Awan tertabrak ketika menyebrang jalan. Disinilah konflik keluarga dimulai dan mulai terlihat masing-masing karakter.

Pertemuan yang tidak cukup natural mengantarkan Awan bertemu dengan Kale (Ardhito Pramono), seorang pria manager sebuah band. Kehadiran Kale sekonyong-konyong datang sebagai sosok pria bijak yang sudah melewati fase quarter life crisis  yang mengetahui solusi dari setiap permasalahan yang dialami Awan. Semacam “Pegadaian”.

Kedekatan Awan dengan Kale menjadi masalah bagi Ayahnnya. Hingga pada puncaknya terjadi keributan ketika Kakak perempuan Awan, Aurora (Sheila Dara Aisha) sedang mengadakan pameran tunggal. Keributan berlanjut di rumah mereka, Hingga entah dasar dorongan apa rahasia keluarga itu terungkap, bahwa Awan memiliki kembaran yang meninggal pada saat lahir. Mungkin Saja ini dianggap konflik yang membatin, tapi tetap terasa abu-abu dan janggal untuk dipahami, tidak mendasar.

Sepertinya quotes yang ada di dalam buku sudah disiapkan untuk disisipkan pada setiap dialog karakter yang ada didalam film ini. Itu pula yang menjadikan karakter terasa tidak utuh dan artifisial sebagai seorang manusia, yang dimana kebijaksanaan dalam setiap karakter bisa muncul secara tiba-tiba. Film ini hadir sebagai mimbar bagi para remaja masa kini, tidak terlalu memberikan pengalaman yang cukup berarti, walau kita dijejali dengan berbagai quotes atau petuah atau kata-bijak. Kalau film ini cukup berhasil dalam pencapaian jumlah penonton terbanyak, cukup jelaslah, kita sampai pada era remaja quotes yang hobi menuliskannya di caption medsos mereka. Walau begitu film ini masih bisa dinikmati buat kalian yang bingung malam mingguan sambal menghabiskan popcorn madu a la XXI.

6/10

Penulis:

Mengaku diri sebagai fotografer cum videografer sekaligus penggila film tapi takut film setan lokal.

Trailer film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

Jadwal Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini hari ini

Statistik & Data

  • 27 Desember 2019
    0.01%
  • 02 Januari 2020
    10.93%
  • 03 Januari 2020
    17.56%
  • 04 Januari 2020
    21.42%
  • 05 Januari 2020
    21.64%
  • 06 Januari 2020
    21.30%
  • 07 Januari 2020
    22.41%
  • 08 Januari 2020
    20.12%
  • 09 Januari 2020
    18.93%
  • 10 Januari 2020
    19.48%
  • 11 Januari 2020
    19.44%
  • 12 Januari 2020
    20.33%
  • 13 Januari 2020
    20.28%
  • 14 Januari 2020
    22.38%
  • 15 Januari 2020
    19.49%
  • 16 Januari 2020
    17.54%
  • 17 Januari 2020
    15.01%
  • 18 Januari 2020
    14.11%
  • 19 Januari 2020
    14.18%
HariTanggal% LayarPerubahan
127 Desember 20190.01 %
202 Januari 202010.93 %+10 %
303 Januari 202017.56 %+7 %
404 Januari 202021.42 %+4 %
505 Januari 202021.64 %
606 Januari 202021.30 %
707 Januari 202022.41 %+1 %
808 Januari 202020.12 %-2 %
909 Januari 202018.93 %-2 %
1010 Januari 202019.48 %+1 %
1111 Januari 202019.44 %
1212 Januari 202020.33 %+1 %
1313 Januari 202020.28 %
1414 Januari 202022.38 %+2 %
1515 Januari 202019.49 %-3 %
1616 Januari 202017.54 %-2 %
1717 Januari 202015.01 %-2 %
1818 Januari 202014.11 %-1 %
1919 Januari 202014.18 %

Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini telah tayang di bioskop Indonesia sejak Kamis, 02 Januari 2020 selama 19 hari.

Komentar dan Review film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi