Poster Film Night Bus
  • 7/10

Film Night Bus (2017)

Sinopsis film Night Bus

Sebuah bus malam yang dikemudikan oleh Amang (Yayu Unru) dan dikondekturi oleh Bagudung (Teuku Rifnu Wikana) yang merupakan orang yang bertindak dulu baru berpikir. Ia ditemukan oleh Amang waktu kecil dan sejak saat itu ia setia kepada Amang. Bus tersebut menuju Sampar yang merupakan kota yang kaya sumber daya alam. Tetapi kota tersebut dijaga tentara yang siap melawan pemberontak yang menuntun tanah kelahiran mereka.

Didalam bus tersebut berisi sekelompok orang yang berbeda-beda dan mempunyai tujuan yang berbeda-beda. Tetapi mereka memiliki keingingan yang sama yaitu untuk tetap hidup. Mereka tidak menyadarai bahwa diantara mereka ada pembawa pesan yang harus mengirim pesan ke Sampar yang dapat mengakhiri konflik. Pembawa pesan ini dicari oleh kedua pihak yang bertikai hidup atau mati. Sekarang mereka berada ditengah-tengah konflik dan harus bertahan hidup ditengah desingan peluru.

Adegan selama kredit film: Tidak Ada
Adegan setelah kredit film: Tidak Ada

Info Film

  • Tanggal Rilis 06 April 2017
  • Durasi 92 menit
  • Website http://nightbuspictures.com
  • Sutradara Emil Heradi
  • Produser Darius Sinathrya, Teuku Rifnu Wikana
  • Produksi Night Bus Pictures
  • Distributor -
  • Genre Action, Drama
  • Kelompok Umur 17+

Daftar pemain film Night Bus

Review & Ulasan film Night Bus

Ceritanya mencekam dan menguras emosi tetapi agak kurang dalam spesial efek

| Ditulis oleh:

Night Bus merupakan salah satu film yang saya sangat penasaran ingin saya tonton, karena setelah melihat website dan trailernya terlihat bahwa film ini digarap dengan sangat serius. Melihat foto-foto, behind the scene yang ditampilkan diwebsite mereka membuat saya penasaran dengan film ini.

Night Bus sebenarnya memiliki jalan cerita yang cukup simpel. Menceritakan perjalanan sebuah Bis yang menuju daerah konflik bernama Sampar. Bis tersebut memerlukan waktu 12 jam dalam perjalanan menuju Sampar, permasalahannya adalah konflik masih melanda daerah tersebut, ya memang tidak dijelaskan apa yang menyebabkan Samerka, sebutan untuk para pemberontak, ingin Sampar merdeka dari Pemerintahan. Tebakan saya sih daerah Sampar penghasil emas.

Bis butut tersebut berisi macam-macam penumpang yang ingin pergi ke Sampar. Semuanya memiliki tujuan masing-masing, ada nenek-nenek dengan cucunya yang ingin berziarah, ada sepasang kekasih yang ingin bekerja dan memiliki cita-cita sukses disana, ada wartawan, anggota organisasi yang mencari teman-temannya yang hilang dan masih banyak lagi. Perjalanan mereka terhenti disetiap pos yang dijaga tentara pemerintah dan juga pos yang dijaga oleh pasukan pemberontak. Ternyata perjalanan mereka menjadi pengalaman teror yang mengerikan bagi mereka.

Penonton akan merasakan teror yang dialami penumpang yang tidak ada hentinya, yang tidak memberikan kesempatan bernafas. Ya, film ini berhasil menunjukkan kepenonton bahwa konflik tidak ada untungnya bagi kedua belah pihak, malah merugikan orang-orang yang tidak bersalah. Selama perjalanan mereka juga jadi mengenal satu penumpang dengan yang lain yang ternyata juga memiliki kenangan buruk tentang konflik tersebut.

Acungan jempol untuk kenek bis bernama Bagudung yang diperankan dengan baik oleh Teuku Rifnu Wikana, tingkahnya yang besar dijalanan terlihat dari kelakuannya yang liar dan mampu membuat penonton tertawa. Yayu Unru yang berperan sebagai supir bis juga memainkan perannya dengan sangat baik, apalagi didukung dengan backsound suara tembakan dan musik yang cukup pas membawa aura mencekam kepada penonton.

Sayang sekali film yang ceritanya bagus, dan aktor-aktor yang penampilannya keren tetapi spesial efek difilm ini terlihat kasar. Beberapa kali adegan helikopter terbang terlihat kurang pas dan ketika menampilkan keadaan kota yang hancur lebur juga masih terlihat gimana gitu. Padahal ketika saya melihat behind the scene diwebsitenya sepertinya mereka menggarap spesial efek difilm ini dengan serius.

Terlepas dari hal tersebut film ini sangat enak untuk dinikmati, kalau film ini tidak bisa merubah pandangan Anda tentang akibat dari konflik dan perang, maka tidak hal lain yang akan bisa merubah pandangan Anda. Sutradara film ini Emil Heradi berhasil menunjukkan akibat dan dampak konflik dari sudut pandang warga sipil biasa yang hanya ingin kedamaian.

7/10

Penulis:

Web Designer lokal yang hobi nonton dan menjadi penulis tetap di bioskoptoday.com, jangan lupa untuk follow Twitter dan Instagramnya.

Trailer film Night Bus

Berita Night Bus

Perolehan Piala Citra FFI 2017, Pengabdi Setan Mendominasi

Perolehan Piala Citra FFI 2017, Pengabdi Setan Mendominasi

| Tidak ada komentar

Ajang Festifal Film Indonesia 2017 telah selesai digelar di Manado pada 11 November 2017 malam dan film-film terbaik Indonesia telah berhasil membawa pulang piala Citra tahun ini. Tahun ini film yang menjadi juara dan mendominasi adalah Pengabdi Setan yang berhasil membawa pulang 7 piala Citra.

Night Bus bakalan jadi film Action yang ditunggu di tahun 2017

Night Bus bakalan jadi film Action yang ditunggu di tahun 2017

| Tidak ada komentar

Ada pepatah yang mengatakan jangan menilai buku dari filmnya, ada juga yang mengatakan jangan menilai film dari trailernya. Kalau saya percaya dengan nilai film dari websitenya. Dan ketika saya melihat website resmi dari Night Bus, melihat isinya, desain websitenya, foto-fotonya saya bisa menilai kalau film ini bakalan jadi film yang keren di tahun 2017.

Komentar dan Review film Night Bus

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi