Poster Film Reuni Z
  • 5.5/10

Sinopsis film Reuni Z

SMA Zenith mengadakan reuni yang berlangsung cukup meriah setelah 20 tahun tidak bertemu. Diantara mereka ada Juhana (Soleh Solihun) yang merupakan aktor film-film kelas 2. Ada juga Jeffri (Tora Sudiro) beserta Lulu (Ayushita Nugraha) istrinya yang sedang mengalami krisis paruh baya. Marina (Dinda Kanya Dewi) wanita misterius yang mengaku seangkatan tetapi tidak ada yang mengenalinya juga hadir dalam pesta tersebut.

Tetapi ketika cheerleader yang mengisi acara tersebut tiba-tiba berubah menjadi zombie, maka acara tersebut bubar dan menjadi acara teman makan teman.

Adegan selama kredit film: Tidak Ada
Adegan setelah kredit film: Tidak Ada

Info Film

  • Tanggal Rilis 12 April 2018
  • Durasi 97 menit
  • Sutradara Soleh Solihun, Monty Tiwa
  • Produser Gope Samtani
  • Produksi Rapi Films
  • Distributor -
  • Genre Comedy, Drama, Horror
  • Kelompok Umur 13+

Daftar pemain film Reuni Z

Review & Ulasan film Reuni Z

Komedi, sedikit drama, dan lebih banyak zombi menjadi perhatian utama Soleh Solihun kali ini

| Ditulis oleh:

Janganlah terlalu serius ketika membahas film komedi. Apa lagi film komedi lokal dengan nuansa zombi yang terselip sedikit drama. Mematok ekspektasi tinggi pun tentu akan membuat Anda kecewa. Tonton dan nikmati tanpa beban dan ekspektasi, niscaya hidup Anda akan tetap baik-baik saja.

Reuni Z boleh dibilang lumayan bertabur bintang layar kaca. Di kelompok pemain lawas ada Tora Sudiro, Ayushita, Dinda Kanya Dewi, Anjasmara, Dian Nitami, Surya Saputra, Henky Soleiman, serta tentu Soleh Solihun yang selain berperan di depan kamera, juga memegang posisi sutradara bersama seniornya, Monty Tiwa. Lakon mereka tentu lah tidak perlu diragukan. Beberapa aktor muda potensial turut meramaikan jajaran pemeran. Kenny Austin dan Cassandra Lee mendapat peran yang lumayan banyak dibanding pemain muda (anak SMA) yang lain yang hanya sekadar berakting "serius" sebentar, lalu berakhir menjadi zombi.

Film mengambil setting di SMA Zenith zaman sekarang. Dua puluh tahun yang lalu, Juhana dan Jeffri adalah teman se-band sewaktu SMA bersama Lulu dan Mastur (yang kemudian dikisahkan menjalani operasi kelamin menjadi perempuan bernama Marina). Reuni di zaman sosial media ini memang sudah menjadi tren para orang-orang usia 30 ke atas yang berawal dari jejaring sosial macam Facebook serta grup layanan pesan WhatsApp. Premisnya adalah masalah yang belum selesai antara Juhana dan Jeffri setelah lebih dari 20 tahun mereka lulus SMA, tetapi penggalian kedua karakter kurang terfokus kepada dua lakon ini.

Peran Marina, yang seorang trans-seksual, mencuri perhatian saya. Totalitas lakon Dinda Kanya Dewi terlihat mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan gestur dan tingkah lucu nan unik dari seorang transgender memancing tawa dibanding para komikus yang hanya bisa membikin saya tersenyum.

Keganjilan dimulai dari menyebarnya virus yang menular dari seekor monyet ke penjual bakso keliling. Tidak seperti para siswi yang memakan bakso-yang terkena virus, yang tidak lama langsung berubah menjadi zombi yang agresif, tukang bakso keliling tetap berjualan seperti biasanya walaupun telah berubah menjadi zombi. Penggambaran kenapa sekolah digembok sewaktu ada acara reuni juga patut dipertanyakan. Selain ending bagaimana para zombi ini mati (lagi) menggunakan media suara ambyar yang dihasilkan gitar Juhana, yang tidak ada petunjuk logis yang dipaparkan terkait hal tersebut.

Penggunaan zombi sebagai pihak antagonis patut diapresiasi. Eksperimentasi Soleh Solihun dengan melibatkan komunitas zombi membuat penampilan dan tingkah zombi memberikan kesan meyakinkan dan tidak asal ada zombi saja.

Resolusi pokok dari masalah film ini sungguhlah sederhana. Dengan membawa bekal dari rumah ke sekolah selain kesehatan dan kebersihan lebih terjamin, juga bisa menghindarkan terjangkit virus antah berantah yang bisa menyebabkan berbagai masalah, salah satunya menjadi zombi. Tlekem (bekal makanan) dan gembes (bekal minum) adalah koentji!

5.5/10

Penulis:

Mengaku diri sebagai fotografer sekaligus penggila film tapi takut film setan lokal.

Trailer film Reuni Z

Komentar dan Review film Reuni Z

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi