Poster Film Satu Hari Nanti
  • 6.5/10

Film Satu Hari Nanti (2017)

Sinopsis film Satu Hari Nanti

Bima (Deva Mahenra) dan Alya (Adinia Wirasti) merupakan kekasih yang hidup bersama di Swiss dan menjalani hidup untuk mengejar mimpi mereka masing-masing. Mereka bertahan satu sama lain karena rasa takut. Sahabat mereka berdua juga datang ke Swiss yang juga merupakan kekasih yaitu Din (Ringgo Agus Rahman) dan Chorina (Ayushita Nugraha). Bima tertarik kepada Chorina, dan Alya juga merasa bahwa Din merupakan penyemangat hidupnya. Hingga mereka akhirnya bertukar pasangan dan berusaha untuk bahagia dan juga menyakiti.

Adegan selama kredit film: Tidak Ada
Adegan setelah kredit film: Tidak Ada

Info Film

  • Tanggal Rilis 07 Desember 2017
  • Durasi 122 menit
  • Sutradara Salman Aristo
  • Produser Dienan Silmy
  • Produksi Evergreen Pictures, Rumah Film
  • Distributor -
  • Genre Drama, Romance
  • Kelompok Umur 21+

Daftar pemain film Satu Hari Nanti

Review & Ulasan film Satu Hari Nanti

Kisah tentang 2 pasangan kekasih yang berputar-putar dan melelahkan untuk diikuti

| Ditulis oleh:

Satu Hari Nanti merupakan film yang menceritakan tentang 2 orang pasangan dari Indonesia yang hidup di Swiss tepatnya di Interlaken. Hubungan mereka rumit karena mereka mencintai pasangan lainnya, atau sebenarnya mereka cuma pingin swinger aja? Hebatnya film ini diberi rating sensor 21+ yang tentu saja membuat saya lansgung ingin menontonnya.

Film ini dimulai dengan Alya yang diperankan oleh Adinia Wirasti yang memasak didapur rumahnya dengan lingerie. Dan segera saja kita mengetahui bahwa ia tinggal dengan pacarnya Bima yang diperankan oleh Deva Mahenra. Pasangan yang satu lagi yaitu Chorina yang diperankan oleh Ayushita dan Din yang diperankan oleh Ringgo. Film ini langsung to the point kepermasalahannya, hubungan Alya dan Bima yang tidak baik membuat Bima merasa nyaman kepada Chorina, begitu juga Din yang dasarnya difilm ini diceritakan ia playboy yang langsung mendekati Alya.

Kita disini tidak diberitahu kenapa mereka bisa ada di Swiss, film ini memberitahu secara perlahan-lahan walaupun masih tetap membingungkan. Alya disana sekolah membuat coklat, sementara pacarnya Bima sepertinya ingin menjadi musisi disana. Chorina lebih dewa lagi, ia manajer hotel jabatannya tinggi, untuk orang semuda dia ya ia cukup beruntung. Sementara si Din ini tour guide disana. Kalau dari ceritanya sepertinya sih mereka sudah lama disana sudah bertahun-tahun tapi penampilan mereka masih seperti turis disana, seharusnya mereka sudah seperti akamsi (anak kampung sini) mengingat mereka sudah berada di Swiss selama bertahun-tahun.

Kalau kasarannya film ini isinya begituan, marah, begituan, marah, begituan, galau, ceritanya maju mundur tanpa arah yang jelas, sehingga film ini terasa lama ketika ditonton. Belum lagi karakter-karakternya yang super labil yang tindakannya nggak jelas sehingga banyak hal yang tidak terjelaskan disepanjang film ini. Pemandangan indah Swiss juga ditampilkan seperti film dokumenter yang menampilkan keindahan-keindahan Swiss, ya wajar saja sudah jauh-jauh syuting sampai sana.

Untungnya film ini terselamatkan oleh akting Adinia Wirasti yang memukau (bukan karena ia tampil seksi lho) yang sayangnya tidak diimbangi dengan baik oleh Deva Mahenra. Sementara Ringgo juga tampil baik ya walaupun ia tidak bisa lepas dari ciri khasnya yang kocak yang sedikit mengurangi keplayboyannya, tetapi ia tampil cukup baik. Dan hebatnya lagi mereka berbicara dengan bahasa sana, yang sepertinya bahasa Jerman atau apa saya nggak tau dan nggak ngerti juga, tetapi ini menunjukkan totalitas mereka karena mereka berbicara dengan bahasa sana ketika berakting dengan orang-orang Swiss sana.

Ya, mereka berempat bukan hanya pemain difilm ini, ada lagi beberapa orang Swiss yang sepertinya hanya menjadi tempelan saja sih karena mereka tidak membawa pengaruh apa-apa kekisah hubungan mereka. Saran saya kalau menonton film ini bawa snack yang banyak karena Anda akan terasa lama menonton film ini, tetapi sedikit terobati dengan ending yang menunjukkan kedewasaan dan memberikan pesan moral yang cukup bagus ini.

Musik difilm ini dibagian akhir yang berjudul Satu Hari Nanti juga cukup bagus dan catchy karena saya masih terngiang-ngiang dengan lagunya sampai sekarang, dan seperti ratingnya 21+ tentu saja film ini bukan tontonan untuk anak-anak.

6.5/10

Penulis:

Web Designer lokal yang hobi nonton dan menjadi penulis tetap di bioskoptoday.com, jangan lupa untuk follow Twitter dan Instagramnya.

Trailer film Satu Hari Nanti

Komentar dan Review film Satu Hari Nanti

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi