Poster Film Sekala Niskala
  • 7/10

Film Sekala Niskala (2018)

Sinopsis film Sekala Niskala

Film ini juga diberi judul The Seen and Unseen. Kakak beradik Tantra (Gus Sena) dan Tantri (Thaly Kasih) tinggal di Bali dan sangat akrab, mereka sering bermain, menari bersama. Hingga suatu ketika Tantra jatuh sakit dan tidak bisa bergerak. Hubungan yang kuat antara Tantra dan Tantri membuat mereka mengalami kejadian spiritual yang ajaib antara kedua kakak beradik tersebut. Pengalaman tersebut ditampilkan dengan kearifan lokal dan budaya Bali yang kental.

Adegan selama kredit film: Tidak Ada
Adegan setelah kredit film: Tidak Ada

Info Film

  • Tanggal Rilis 01 Maret 2018
  • Durasi 86 menit
  • Sutradara Kamila Andini
  • Produser -
  • Produksi Treewater Productions, Fourcolours Films
  • Distributor -
  • Genre Drama, Mystery
  • Kelompok Umur 13+

Daftar pemain film Sekala Niskala

Review & Ulasan film Sekala Niskala

Film berbahasa Bali yang mengangkat kearifan lokal dan hubungan istimewa antar kembar dampit

| Ditulis oleh:

Sekala Niskala adalah film garapan sutradara wanita berbakat Kamila Andini yang merupakan putri dari sutradara dan produser senior Garin Nugroho. Film ini juga diberi judul The Seen and Unseen yang artinya sama dengan kata Sekala dan Niskala yaitu “yang terlihat dan tidak terlihat”.

Film yang di produksi oleh Treewater Productions, Fourcolours Films ini merupakan film drama misteri. Berdurasi 86 menit, film ini mengangkat cerita tentang hubungan spesial antara kembar dampit atau kembar pengantin (kembar beda jenis kelamin, laki-laki dan perempuan) di Bali. Cerita dimulai dari cerita Tantra (Gus Sena) yang mengambil telur ditempat persembahan yang seharusnya diperuntukkan bagi dewa. Telur yang diambil oleh Tantra ditempat persembahan, ia berikan kepada Tantri (Thaly Kasih) yang tak lain adalah kembarannya, untuk digoreng sebagai lauk untuk makan. Keadaan ekonomi keluarga mereka memang tidak begitu baik sehingga mereka hidup dengan sangat sederhana. Telur yang mereka goreng pun mereka bagi dua untuk makan. Sebelum menggoreng telur tersebut, sebenarnya Tantri sudah menanyakan dari mana asal telur itu, tetapi Tantra malah berbohong dan menyuruh Tantri untuk menggoreng telur itu saja. Tidak lama setelah memakan telur itu, Tantra menghilang. Tantri yang pertama menyadari hal tersebut segera mencari Tantra. Singkat cerita, Tantra ditemukan dalam keadaan koma dan terpaksa harus dirawat di ruah sakit dalam waktu yang lama. Ibu Tantra dan Tantri (Ayu Laksmi), sangat terpukul dengan kondisi Tantra, namun tetap berusaha tegar demi Tantri. Akankah Tantra akan kembali pulih seperti sediakala? Bagaimana Tantri menghadapi saat-saat terberat itu?

Selain mengangkat hubungan spesial antara kembar dampit, Sekala Niskala juga menangkat tema gaib yang kadang tabu untuk dibicarakan misalnya, sebab mengapa Tantra koma. Dalam kebudayaan Bali, pantang untuk mengambil tanpa permisi persembahan yang sudah disuguhkan bagi Dewa. Jika melanggar, pasti akan ada akibatnya. Hubungan spesial antara kembar dampit dalam film ini juga divisualkan dengan sangat teaterikal lewat tarian, koreografi, nyanyian, yang membuat penonton yang menyaksikan juga merasakan hubungan kuat antara Tantra dan Tantri baik secara emosional maupun spiritual.

Hal lain yang perlu digarisbawahi dalam film ini adalah film ini merupakan film yang sangat mengangkat kearifan lokal. Bahasa yang digunakan dalam film ini adalah bahasa ibu setting tempat film, yaitu bahasa Bali. Ayu Laksmi juga berhasil membawa penonton  hanyut dalam alunan musik tradisionla khas Bali yang ia mainkan sendiri bersama dengan nyanyian dengan bahasa Bali. Begitu juga dengan detail-detail kecil pada cerita seperti saat keluarga Tantra Tantri sembahyang di pura, bagaimana Ayah Tantra Tantri mengadakan pertemuan dengan sesama pemilik sawah, detail Tantri mandi dengan ibunya di kali dekat sawah dengan sangat intens, bagaimana Tantri menari, semua detail memberikan identitas dan bold film ini. Begitu juga dengan teaterikal dari anak-anak yang selalu muncul bersamaan dengan keadaaan emosional Tantra dan Tantri juga mengisyaratkan maksud tersendiri. Apalagi dengan tambahan cast pemeran pembantu seperti Happy Salma (Suster Ida), membuat film ini punya nilai tersendiri.

Saya suka dengan film ini karena semua detail lumayan sempurna dengan penyampaian film yang berbeda karena banyak nyanyian, tarian, dan unsur teaterikal yang penuh akan makna dan  apresiasi budaya dan kearifan lokal Bali yang luar biasa. Namun, hal ini bisa juga menjadi boomerang karena tidak semua orang suka film dengan unsur teaterikal yang kuat. Mungkin bagi orang yang tidak mengerti dan suka drama, film ini akan terasa sedikit membosankan. Tapi di atas semua kelebihan dan kekuarangan film ini, Sekala Niskala perlu diberikan acungan jempol karena sudah memberikan pilihan tontonan film Indonesia dengan nuansa dan tema yang lain daripada biasanya.

7/10

Penulis:

on my way to be Fashion Designer

Trailer film Sekala Niskala

Komentar dan Review film Sekala Niskala

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi