Poster Film Tengkorak
  • 4.5/10

Sinopsis film Tengkorak

Gempa Jogja yang terjadi pada tahun 2006 membuka sebuah misteri baru dengan ditemukannya kerangka manusia yang ukurannya 1,8 KM. Penelitian mulai dilakukan dimana pemerintah membentuk BPBT (Balai Penelitian Bukit Tengkorak) dimana Ani (Eka Nusa Pertiwi) bekerja ditempat tersebut. Ilmuwan, pemuka agama, negara-negara lain berdebat dengan temuan ini yang membuat Pemerintah mengambil langkah yang berani terhadap temuan tersebut.

Adegan selama kredit film: Tidak Ada
Adegan setelah kredit film: Tidak Ada

Info Film

  • Tanggal Rilis 18 Oktober 2018
  • Durasi 130 menit
  • Sutradara Yusron Fuadi
  • Produser Eka Nusa Pertiwi, Anindita Suryarasmi, Munandar Aji
  • Produksi Akasacara Film
  • Distributor -
  • Genre Action, Science Fiction
  • Kelompok Umur 13+

Daftar pemain film Tengkorak

Review & Ulasan film Tengkorak

Jarang ada film Sci-Fi di Indonesia, sekalinya ada terasa lama dan membosankan

| Ditulis oleh:

Saya berkesempatan menonton film Tengkorak ini pada ajang JAFF 2017 kalau tidak salah. Saking penasarannya dan karena trailernya sangat bagus, ya trailer filmnya bagus menurut saya, karena film ini tentang penemuan tengkorak raksasa sepanjang 2 KM akibat gempa Jogja, dan karena ditrailernya sama sekali tidak kelihatan tengkoraknya, hanya sekilas membuat saya penasaran untuk menonton filmnya. Film ini dikategorikan film Sci-Fi tetapi saya tidak mengerti dimana Sci-Fi nya, karena yang dibahas dan diceritakan melebar kemana-mana

Disutradarai oleh Yusron Fuadi yang juga memerankan Yos difilm ini, kabarnya film ini dibuat dengan anggaran terbatas dan dalam waktu yang lama karena syuting tiap diadegan begitu ada anggaran yang tampaknya menjadi alasan besar kelemahan-kelemahan difilm ini.

Sebenarnya 15 menit sampai 20 menit awal lah dari film ini cukup bagus. Kita diajak melihat cuplikan-cuplikan berita tentang penemuan tengkorak ini yang berlokasi di Jogja pada tahun 2006. Seluruh dunia penasaran tetapi Pemerintah kita tidak mengijinkan siapa saja untuk menyelidikinya dan mereka membangunĀ Balai Penelitian Bukit Tengkorak (BPBT). Luar biasa kan, terlihat keren dan nyata, terlihat kita banget. Cerita dilanjutkan hampir 10 tahun kemudian ketika Ani yang diperankan Eka Nusa Pertiwi sekarang bekerja di BPBT. Kita melihat sekilas latar belakang Ani dengan bapaknya dan juga interaksi dengan pacarnya yang sedang makan mie ayam tapi adegannya panjang banget sambil ngobrolin masalah bukit tengkorak ini.

Disini cerita mulai aneh, ketika Pemerintah yang tadinya tegas, hanya karena keputusan masyarakat atau apalah saya juga nggak paham tiba-tiba ingin menutup BPBT, semua orang yang terlibat dibunuh, semuanya termasuk Ani. Tetapi Yos yang diperankan sang sutradara sendiri yang merupakan salah satu tim pembunuh ini justru menyelematkannya. Ya dugaan saya jelas karena Yos suka dengan Ani walaupun nggak dijelaskan karena alasan Yos cuma bilang "Raimu kementhu" šŸ˜‚šŸ˜‚

Potongan-potongan adegan yang kadang nggak nyambung dan tone yang kadang berbeda-beda ketika Ani dan Yos melarikan diri sambil berusaha mengungkap tentang Bukit Tengkorak membuat kita bingung dengan jalan ceritanya. Padahal beberapa adegan cukup bagus, adegan kerusuhan, adegan ketika mereka menghabisi semua orang yang terlibat, adegan dialog ala-ala teater yang adegannya panjang tanpa dipotong, yang sepertinya adegan tersebut improvisasi mereka tanpa script.

Ini yang lebih lucu lagi, Tengkorak difilm ini digambarkan berukuran 2KM, bayangkan 2KM itu kalau ditarik garis lurus ya itu jaraknya dari Ambarrukmo Plaza Jogja sampai Transmart Maguwo Jogja, bayangkan gimana nggak penasarannya saya ingin melihat penampakan tengkoraknya, tapi ya mungkin karena dana terbatas atau susah membuat efek CGI seperti itu jadi ya kita cuma bisa membayangkannya saja.

Jarang-jarang ada film model beginian di Indonesia, tetapi karena banyaknya adegan-adegan panjang yang nggak perlu, adegan-adegan yangĀ toneĀ nya beda-beda dan nggak nyambung seakan-akan film ini jadi kayak eksperimen sutradaranya saja membuat durasi film yang memang 2 jam lebih ini menjadi terasa sangat lama dan membosankan. Saya menonton film ini satu tahun sebelum filmnya rilis, jadi mungkin mereka melakukan perbaikan-perbaikan difilmnya ketika rilis, jadi tidak ada salahnya untuk menontonnya, karena genre film seperti ini mungkin hanya muncul sekali dalam beberapa tahun di Indonesia.

4.5/10

Penulis:

nocturnal mama with multiples

Trailer film Tengkorak

Statistik & Data

  • 18 Oktober 2018
    1.85%
  • 19 Oktober 2018
    1.88%
  • 20 Oktober 2018
    1.52%
  • 21 Oktober 2018
    1.52%
  • 22 Oktober 2018
    1.47%
  • 23 Oktober 2018
    1.42%
  • 24 Oktober 2018
    0.78%
  • 25 Oktober 2018
    0.48%
  • 26 Oktober 2018
    0.41%
  • 27 Oktober 2018
    0.29%
  • 28 Oktober 2018
    0.30%
  • 29 Oktober 2018
    0.32%
  • 30 Oktober 2018
    0.22%
  • 31 Oktober 2018
    0.23%
  • 01 November 2018
    0.18%
  • 02 November 2018
    0.09%
  • 03 November 2018
    0.13%
  • 04 November 2018
    0.12%
  • 05 November 2018
    0.12%
  • 06 November 2018
    0.03%
  • 07 November 2018
    0.03%
  • 08 November 2018
    0.03%
  • 09 November 2018
    0.03%
HariTanggal% LayarPerubahan
118 Oktober 20181.85 %
219 Oktober 20181.88 %+0.03 %
320 Oktober 20181.52 %-0.36 %
421 Oktober 20181.52 %
522 Oktober 20181.47 %-0.05 %
623 Oktober 20181.42 %-0.05 %
724 Oktober 20180.78 %-0.64 %
825 Oktober 20180.48 %-0.30 %
926 Oktober 20180.41 %-0.07 %
1027 Oktober 20180.29 %-0.12 %
1128 Oktober 20180.30 %+0.01 %
1229 Oktober 20180.32 %+0.02 %
1330 Oktober 20180.22 %-0.10 %
1431 Oktober 20180.23 %+0.01 %
1501 November 20180.18 %-0.05 %
1602 November 20180.09 %-0.09 %
1703 November 20180.13 %+0.04 %
1804 November 20180.12 %-0.01 %
1905 November 20180.12 %
2006 November 20180.03 %-0.09 %
2107 November 20180.03 %
2208 November 20180.03 %
2309 November 20180.03 %

Film Tengkorak telah tayang di bioskop Indonesia sejak Kamis, 18 Oktober 2018 selama 23 hari.

Komentar dan Review film Tengkorak

3 komentar untuk Tengkorak

  • Wil -

    Akhirnya ada juga yang sependapat. Setuju dengan komentar kalo banyaknya filler ditengah cerita malah buat arah ceritanya ngga jelas, karena orang jadi "lupa" sama si tengkorak, dan malah diminta peduli sama kehidupan si ani. Kalopun ada plot, muncul secara tiba2, dan abis itu disuruh mantengin si Ani lagi. Kebanyakan montage buat bangun atmosfer tp pacing cerita utamanya sendiri malah lamban.

    Balas

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi