Poster Film Terbang: Menembus Langit
  • 6.5/10

Film Terbang: Menembus Langit (2018)

Sinopsis film Terbang: Menembus Langit

Berdasarkan kisah nyata tentang perjuangan seorang laki-laki keturunan China yang bernama Onggy Winata (Dion Wiyoko). Ia lahir di Tarakan tahun 1962 dengan kehidupan yang miskin dan hingga SMA ia tinggal di Tarakan hingga tahun 1983 ia bermimpi kuliah ke Surabaya.

Adegan selama kredit film: Tidak Ada
Adegan setelah kredit film: Tidak Ada

Info Film

  • Tanggal Rilis 19 April 2018
  • Durasi 111 menit
  • Sutradara Fajar Nugros
  • Produser Susanti Dewi
  • Produksi Demi Istri Production
  • Distributor -
  • Genre Drama
  • Kelompok Umur 13+

Daftar pemain film Terbang: Menembus Langit

Review & Ulasan film Terbang: Menembus Langit

Fajar Nugros Belum Bisa "Terbang Menembus Langit"

| Ditulis oleh:

Film biopik pertama arahan Fajar Nugros adalah salah satu alasan saya memilih untuk menonton Terbang: Menembus Langit minggu lalu. Didukung oleh Dion Wiyoko dan kemunculan kembali Laura Basuki setelah absen beberapa saat dari layar film.

Onggy Hianata adalah inti cerita film Terbang. Nama Onggy Hianata memang tidak familiar. Malah lebih familiar nama seorang Mery Riana. Mereka berdua terkenal pada bidang yang sama yaitu dunia motivator. Keduanya juga merupakan keturunan Tionghoa.

Cerita film Terbang dimulai dari kehidupan Onggy kecil, dipanggil Achun oleh anggota keluarga yang lain, hingga lulus SMA bersama keluarganya yang sederhana dan pas-pasan di Tarakan, yang sekarang masuk provinsi Kalimantan Utara. Onggy mempunyai keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke Pulau Jawa, yaitu Surabaya, agar mempunyai kesempatan yang lebih luas. Keinginan itu didukung oleh kakak-kakaknya yang senantiasa berusaha mengirim uang yang terbatas. Selain itu, Onggy juga berusaha sendiri (dan dibantu teman-teman sekos-nya) untuk mendapatkan uang untuk biaya kuliah di saat kiriman uang dari kakaknya absen. Singkat cerita, setelah lulus kuliah, Onggy memulai membuat bisnis kecil. Tidak mudah memang. Berkali-kali gagal, atau bahkan selalu gagal dalam merintis bisnis. Onggy mulai menjalani kehidupan yang stabil saat bekerja di suatu perusahaan. Di saat bersamaan, Onggy bertemu Candra yang membuat dirinya jatuh hati. Menampilkan sedikit drama tapi efektif untuk menggambarkan proses pendekatan Onggy kepada Candra. Hingga Onggy bisa menikahi Candra. Awal kehidupan rumah tangga di Surabaya kemudian berpindah ke Jakarta dengan harapan lebih memperluas lagi kesempatan untuk sukses.

Penampilan kembalinya Laura Basuki memang tidak diragukan kemampuan peran dan pesonanya dalam memikat penonton. Saya sempet terpikir bahwa Laura Basuki besar di Surabaya karena saking bagus logat Suroboyo-nya. Tentu olah peran Dion Wiyoko patut diapresiasi. Teman-teman satu kos-nya juga berhasil mencuri perhatian dan tawa.

Beberapa kali ada nilai toleransi dan nasionalisme yang diselipkan cukup mengena. Bagaimana ayah Onggy rela menutup toko demi menengahi dua lelaki beda suku yang bersitegang karena perbedaan bahasa. Interaksi dengan eman-teman Onggy satu kos yang berasal dari 3 suku yang berbeda. Terakhir, tetangga Onggy di Jakarta yang baik hati menjaga keluarganya saat terjadi kerusuhan 1998.

Didukung dengan sebagian besar aktor yang berperan menjanjikan, secara keseluruhan film ini cukup baik dalam menyajikan cerita tapi kurang padat sehingga terasa terlalu lama. Ada detail kecil yang luput yaitu munculnya motor matic saat Achun mengayuh sepeda berkeliling Surabaya dengan latar waktu sebelum tahun 1998 jika jeli memperhatikan. Selain itu, pengolahan skrip yang relatif cari aman membuat hasil akhir film biopik ini tidak berhasil menjadi wah.

6.5/10

Penulis:

Mengaku diri sebagai fotografer sekaligus penggila film tapi takut film setan lokal.

Trailer film Terbang: Menembus Langit

Komentar dan Review film Terbang: Menembus Langit

1 komentar untuk Terbang: Menembus Langit

  • Wawan Naswan -

    NonBar film inspiratif_

    Balas

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi