Poster Film The Autopsy of Jane Doe
  • 6/10

Film The Autopsy of Jane Doe (2017)

Sinopsis film The Autopsy of Jane Doe

Tony (Brian Cox) dan Austin (Emile Hirsch) merupakan seorang Ayah dan anak yang bekerja dibagian otopsi jenasah. Suatu ketika mereka menerima jenasah wanita cantik yang dari luar tidak tampak penyebab kematiannya, mereka mengidentifikasi jenasah ini dengan nama Jane Doe. Bekerja larut malam, mereka berdua membongkar tubuh wanita tersebut dari kulit, daging dan tulang untuk menemukan penyebab kematiannya. Semakin mereka melihat isi dalam tubuh wanita tersebut, mereka semakin menemukan fakta-fakta dan kenyataan mengerikan yang dialami wanita tersebut yang tidak bisa dijelaskan dengan akal sehat.

Adegan selama kredit film: Tidak Ada
Adegan setelah kredit film: Tidak Ada

Info Film

  • Tanggal Rilis 16 Mei 2017
  • Durasi 99 menit
  • Sutradara André Øvredal
  • Produser Rory Aitken, Fred Berger
  • Produksi 42, IM Global, Impostor Pictures
  • Distributor IFC Films
  • Genre Horror
  • Kelompok Umur 17+

Daftar pemain film The Autopsy of Jane Doe

Review & Ulasan film The Autopsy of Jane Doe

Terlalu memaksakan diri dalam menciptakan efek supranatural, menjadikan film ini kehilangan efek horror-nya

| Ditulis oleh:

Ketika anda menyaksikan film horror, apa yang anda harapkan? Tentu saja ketika adrenaline ikut terpacu ketika mengikuti cerita di film yang disaksikan menjadi sebuah pengalaman yang menyenangkan. Lalu bagaimana jika itu tidak ada? Atau gagal memacu adrenaline? Hambar. Ya rasanya hambar.
Hal inilah yang saya rasakan ketika saya menyaksikan film ini. Saya berharap film ini menyajikan lebih, namun apa daya, harapan tinggal harapan. Sampai selesainya film tersebut, saya tidak menemukan sesuatu yang mampu membuat saya terkesan. Bahkan dalam seluruh rangkaian film tersebut kesannya terburu-buru dan tidak maksimal.

Film The Autopsy of Jane Doe berpusat pada 3 pemain utama, Olwen Kelly, Brian Cox dan Emile Hirsch. Ketiga orang ini lah yang hampir sepanjang film ini akan berperan besar dalam membangun cerita. Karena merekalah poros dari cerita film ini.

Film ini diawali dengan ditemukannya sesosok mayat perempuan di sebuah rumah, lokasi pembunuhan sebuah keluarga. Mayat tersebut tidak memiliki identitas sehingga polisi mengirim kepada bagian koroner untuk memeriksanya dan mencari tahu identitas mayat tersebut. Sepanjang pemeriksaan mayat tersebut, mereka menemukan keanehan-keanehan yang pada akhirnya segala keganjilan tersebut menerror mereka.

Film The Autopsy of Jane Doe ini bergenre horror, jadi pastinya di sana terdapat sentuhan-sentuhan mistis. Serta misteri tentang mayat yang entah bagaimana bisa sampai di tempat itu dan entah bagaimana pula mayat tersebut akan berakhir setelah menimbulkan kekacauan di ruang autopsi tersebut.

Film ini ingin menggabungkan thriller dan horror dalam satu paket. Namun pengemasan yang terlalu sederhana rupanya membuat film ini jauh dari kata memuaskan. Film ini sebenarnya mengalir dengan sangat lancar. Diawali langsung dengan TKP pembunuhan menunjukkan film ini to the point, langsung ke pokok masalah. Ketika ditemukan mayat tanpa identitas, dan menamai dia dengan Jane Doe, kita langsung dibawa ke scene autopsy (walupun di sana disisipkan pengenalan tokoh petugas koroner yang nantinya akan mengautopsi mayat tersebut).

Misteri dimulai di sini, dan ini ditampilkan dengan cara yang biasa. Bobot dari teka-teki dan pemecahan teka-teki pun terasa kurang. Anda pasti paham jika anda pernah menonton serial film kriminal CSI atau Bones atau pun NCIS. Untuk mendapatkan kesan horror dan menyeramkan, mereka membuat ruangan autopsi dan bangunannya pada umumnya dengan kesan klasik dan gelap. Sesuatu yang tampaknya maksa. Ya, mungkin biar penonton mudah terbawa suasana. Di samping kurangnya bobot dalam sisi investigasi, film ini juga cenderung menampilkan sisi supranatural yang sayangnya terkesan berantakan. Penonton hanya disuguhi kekacauan-kekacauan tanpa makna yang cukup berarti.

Film ini diakhiri dengan menyelipkan sedikit misteri yang diharapkan akan mengundang pertanyaan, atau malah sebuah jawaban kecil atas semua yang telah terjadi.

Secara keseluruhan film ini cukup menarik, hanya eksekusi yang kurang tajam dan terkesan seadanya yang membuat film ini tampak kurang berbobot. Film ini memang bisa dikatakan sebuah tontonan yang cocok untuk penyuka film horor, namun kurang greget jika anda suka dengan genre thriller atau mungkin suspense. Sebelum menonton film ini pastikan anda sudah cukup umur dan dalam batas usia yang ditetapkan oleh Lembaga Sensor Film Indonesia, karena di dalamnya banyak menampilkan hal-hal yang kurang baik jika dilihat mereka yang belum cukup usia. Atau mungkin Lembaga Sensor sudah memotong atau mengaburkan adegan-adegan tersebut? Entahlah, bisa saja.

6/10

Trailer film The Autopsy of Jane Doe

Berita The Autopsy of Jane Doe

Ketika Olwen Kelly Hanya Diam di Dalam Film The Autopsy of Jane Doe

Ketika Olwen Kelly Hanya Diam di Dalam Film The Autopsy of Jane Doe

| Tidak ada komentar

Film The Autopsy of Jane Doe memang sudah tayang selama beberapa hari ini di bioskop-bioskop Indonesia. Saya tidak tahu bagaimana jadinya film ini di layar bioskop nasional ketika salah satu pemeran utamanya, hampir sepanjang waktu dari awal hingga akhir film ini tampil tanpa tertutupi sehelai kainpun. Ini mungkin yang menyebabkan film ini telat rilis di Indonesia, […]

'The Autopsy of Jane Doe' trailer sudah keluar, horror seru diruang terbatas

'The Autopsy of Jane Doe' trailer sudah keluar, horror seru diruang terbatas

| Tidak ada komentar

André Øvredal sutradara Norwegia ini hadir kembali, kalau ingat dulu ditahun 2010 ia menghasilkan film Thriller berjudul Trollhunter. Ya, film yang mengambil sudut pandang orang ketiga dengan cerita yang lain daripada yang lain ini mendapat banyak pujian. Øvredal menjadi salah satu sutradara baru yang diperhitungkan, apalagi setelah film barunya The Autopsy of Jane Doe dirilis di TIFF […]

Komentar dan Review film The Autopsy of Jane Doe

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi