Poster Film The Gift
  • 7/10

Sinopsis film The Gift

Tiana (Ayushita Nugraha) adalah seorang penulis novel yang terganggu oleh suara musik keras dari Harun (Reza Rahardian) yang merupakan pemilik kontrakannya. Tetapi Tiana baru menyadari bahwa Harun adalah tuna netra yang menutup diri hanya dirumah saja. Tetapi makin lama Harun mulai membuka diri hingga mereka menjadi suka satu sama lain. Harun membuat pahatan patung wajah Tiana untuk hadiah ulang tahun Tiana, tetapi Dokter Arie teman masa kecil Tiana memberi kabar terbaru tentang Ayah Tiana yang hilang, ia juga datang untuk melamar Tiana.

Adegan selama kredit film: Tidak Ada
Adegan setelah kredit film: Tidak Ada

Info Film

  • Tanggal Rilis 24 Mei 2018
  • Durasi 118 menit
  • Sutradara Hanung Bramantyo
  • Produser -
  • Produksi Seven Sunday Films
  • Distributor -
  • Genre Drama, Romance
  • Kelompok Umur 17+

Daftar pemain film The Gift

Review & Ulasan film The Gift

Pembuktian kapasitas seorang Hanung Bramantyo

| Ditulis oleh:

Karya Hanung Bramantyo terbaru yang konon katanya berbeda dari sebelumnya dapat membuat saya memasang ekspektasi cukup tinggi. Padahal terlepas dari hasil karyanya terakhir yang sungguh mengecewakan (remake Benyamin Biang Kerok) karyanya ini terlihat cukup menjanjikan. Menyajikan banyak scene-scene yang padat nan semiotis membuat kesan awal menonton film ini memberi ruang interpretasi lebih.

Yogyakarta menjadi latar cerita The Gift. Menampilkan lanskap Yogya yang eksotisTetapi hampir separuh jalannya film mengambil tempat hanya di rumah Harun dan kontrakan (atau kamar kos lebih tepatnya) di samping persis rumah utama, dengan pintu penghubung yang digembok.

Pintu yang digembok menjadi metafora betapa tertutupnya hati dan pribadi Harun. Ketika gembok itu dibuka, saya merasa terlalu cepat proses Harun dan Tiana saling jatuh hati. Dinamika hubungan hingga cinta itu tumbuh dirasa kurang. Belum terlihat kedalaman interaksi mereka berdua. Mungkin perkara durasi.

Penceritaan masa lalu kelam Tiana dapat memberikan gambaran bagaimana kepribadian Tiana dewasa bisa senyentrik itu. Seorang novelis yang dalam prosesnya menulis sebuah novel memerlukan lingkungan yang mendukung untuk mendapatkan berbagai inspirasi segar. Mempunyai kebiasaan lebih menikmati dunia dengan mata terpejam membuat Tiana merasa cocok dengan Harun yang mengalami buta karena kecelakaan.

Plot maju mundur dengan meleburkan transisi masa lalu dan masa depan cukup efektif untuk menambah bahan menebak-nebak bagi penonton. Pun juga satu adegan ketika Tiana ulang tahun dan ada kejutan dari "sahabat-sahabatnya". Penjelasan secara visual bagaimana Tiana mempunyai teman imajinasi, Bona, patut diapresiasi. Melalui telepon, yang tidak ada nada deringnya,  Hanung mampu memberikan gambaran nyata Bona.

Adegan berlanjut dengan cepat bagaimana Ari, sahabat lama Tiana, tiba-tiba datang dan melamar Tiana di saat Tiana dan Harun sudah mulai dekat. Membikin hubungan keduanya menjadi renggang. Hingga adegan berlanjut ke negara Italia tempat Ari melanjutkan studi dan juga menjadi tempat resolusi konflik

Bagaimana cara Hanung memberikan penyelesaian konflik sekiranya sangat mungkin ditebak. Dari awal hingga tengah film memang memberikan gambaran samar bagaimana film The Gift ini berjalan. Menuju akhir, mulai terlihat gamblang bagaimana akhir film.

7/10

Penulis:

Mengaku diri sebagai fotografer sekaligus penggila film tapi takut film setan lokal.

Trailer film The Gift

Komentar dan Review film The Gift

1 komentar untuk The Gift

  • bhumi -

    Film karya hanung ini bercerita tentang seorang novelis muda bernama tiana (ayushita) yang jatuh cinta dengann seorang tunanetra (reza rahardian). Sumber:http://thegift.co.id

    Balas

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi