Poster Film The Kid Who Would Be King
  • 7.5/10

Film The Kid Who Would Be King (2019)

Sinopsis film The Kid Who Would Be King

Alex Elliot (Louis Ashbourne Serkis) merupakan anak laki-laki yang berbeda di sekolahnya. Tetapi ketika ia menemukan dan mengangkat pedang Excalibur milik raja Arthur, ia menyadari bahwa ia dipilih untuk melawan Morgana (Rebecca Ferguson). Ia dibantu Merlin (Patrick Stewart) untuk membantu Alex mengalahkan Morgana.

Adegan selama kredit film: Tidak Ada
Adegan setelah kredit film: Tidak Ada

Info Film

  • Tanggal Rilis 23 Januari 2019
  • Durasi 120 menit
  • Sutradara Joe Cornish
  • Produser -
  • Produksi 20th Century Fox, Working Title Films, Big Talk Productions
  • Distributor 20th Century Fox
  • Genre Adventure, Children's/Family, Fantasy
  • Kelompok Umur SU

Daftar pemain film The Kid Who Would Be King

Review & Ulasan film The Kid Who Would Be King

The Kid Who Would Be King menggabungkan hal-hal classic dan fancy menjadi film yang keren, lucu, penuh aksi dan pesan moral

| Ditulis oleh:

The Kid Who Would Be King (2019) adalah film fantasi keluarga yang ditulis dan disutradarai oleh Joe Cornish. Film berdurasi dua jam ini didistribusikan oleh rumah produksi 20th Century Fox dan merupakan film kerjasama antara Inggris - Amerika. Cast yang terlibat dalam film ini bisa dibilang sangat beragam mulai dari pendatang baru sampai dengan aktor senior. Mereka adalah Louis Ashbourne Serkis, Tom Taylor, Rebecca Ferguson, Denise Gough, Dean Chaumoo, Rhianna Dorris, Angus Imrie dan Patrick Stewart.

Cerita The Kid Who Would Be King (2019) berawal dari sebuah anak laki-laki bernama Alex Elliot (Louis Ashbourne Serkis) yang merupakan anak dari seorang single parents Mary Elliot (Denise Gough). Alex merupakan anak yang paling lemah di sekolahnya sehingga ia dan teman dekatnya Bedders (Dean Chaumoo) merupakan korban bully abadi di sekolah. Pembully mereka adalah Lance (Tom Taylor) dan Kaye (Rhianna Dorris) yang merupakan kakak tingkat dari Alex. Yang membedakan Alex dan Bedders adalah Alex adalah anak yang berani untuk melawan ketika ditindas sehingga suatu saat perkelahian antara Alex dan Lance pun pecah di sekolah yang menyebabkan ia medapatkan hukuman bersama Lance dan Kaye.

Alex menjalani hukuman di sekolah sampai larut. Dalam pernjalanan pulang ke rumah, Alex bertemu dengan Lance dan Kaye yang berencana untuk memberikan pelajaran bagi Alex. Kejar-kejaran pun terjadi antara mereka sampai endingnya Alex terjatuh ke dalam sebuah proyek konstruksi yang terbengkalai. Di sana, Alex melihat pedang yang tertancap dalam sebuah batu dan berusaha untuk mencabutnya. Dengan mudahnya Alex berhasil mencabut pedang tersebut dan membawanya pulang ke rumah. Tanpa Alex sadari, pedang itu adalah pedang yang bernama Excalibur milik Raja Arthur. Hanya anak keturunan raja sejatilah yang mampu mencabut pedang tersebut. Tercabutnya Excalibur tidak hanya menetapkan Alex sebagai Raja Terpilih tetapi juga membangunkan kekuatan jahat Morgana (Rebecca Ferguson), saudara tiri dari Raja Arthur, yang tadinya terperangkap di dalam perut bumi selama berabad-abad. Selain Morgana, tercabutnya Excalibur juga membuat penyihir baik Merlin (Angus Imrie) datang mencari Alex dengan menyamar sebagai teman sekolahnya untuk mendampingi Alex melawan kekuatan jahat Morgana. Alex yang tadinya buta akan semua kisah tersebut harus mencari cara untuk menghadapi Morgana yang berambisi untuk menguasai dunia dan menjadikan manusia sebagai budak. Ia berhasil mencari sekutu dengan meyakinkan Bedders, dan kedua musuhnya Lance dan Kaye untuk bergabung bersamanya untuk menyelamatkan dunia. Bagaimana Alex dan teman-teman mencari cara untuk melawan kekuatan jahat Morgana? Lalu berhasilkah Alex menyelamatkan dunia?

The Kid Who Would Be King (2019) hadir untuk mengenang petualangan klasik segala zaman dan menggunakan kembali legenda abadi masyarakat Inggris sebagai sarana pembelajaran mental dan moral baik dengan banyak tambahan baru dan modern yang benar-benar menyenangkan bagi jenis film keluarga. Selain itu, film ini juga cukup lucu, penuh aksi, dengan efek yang memuaskan. Hal-hal kecil seperti Patrick Stewart yang berambut gila dengan menggunakan sapatu boots dan kaos Led Zeppelin yang selalu muncul sebagai Merlin Tua, dan beberapa lelucon yang benar-benar bagus dan tidak memaksa selalu dapat membuat penonton tertawa bahagia. Begitu juga dengan akting para pemainnya yang terlihat cukup natural dan menghibur. Banyak sekali hal-hal fancy dan classic yang digabungkan dalam film ini sehingga menjadikan film ini bisa menjadi salah satu film referensi yang wajib kalian tonton tahun tahun ini. Apalagi jika ditonton dengan keluarga, karena film ini banyak mengajarkan moral baik yang bisa kalian sampaikan kepada anak-anak. Bagaimana penasaran kan dengan film ini?

7.5/10

Penulis:

on my way to be Fashion Designer

Trailer film The Kid Who Would Be King

Statistik & Data

  • 23 Januari 2019
    22.65%
  • 24 Januari 2019
    18.41%
  • 25 Januari 2019
    16.09%
  • 26 Januari 2019
    12.61%
  • 27 Januari 2019
    13.48%
  • 30 Januari 2019
    5.18%
  • 31 Januari 2019
    1.72%
  • 01 Februari 2019
    1.65%
  • 02 Februari 2019
    1.34%
  • 03 Februari 2019
    1.43%
  • 04 Februari 2019
    1.54%
  • 05 Februari 2019
    0.70%
  • 06 Februari 2019
    0.61%
  • 07 Februari 2019
    0.05%
  • 09 Februari 2019
    0.01%
HariTanggal% LayarPerubahan
123 Januari 201922.65 %
224 Januari 201918.41 %-4 %
325 Januari 201916.09 %-2 %
426 Januari 201912.61 %-4 %
527 Januari 201913.48 %+1 %
630 Januari 20195.18 %-8 %
731 Januari 20191.72 %-4 %
801 Februari 20191.65 %
902 Februari 20191.34 %
1003 Februari 20191.43 %
1104 Februari 20191.54 %
1205 Februari 20190.70 %-1 %
1306 Februari 20190.61 %
1407 Februari 20190.05 %
1509 Februari 20190.01 %

Film The Kid Who Would Be King telah tayang di bioskop Indonesia sejak Rabu, 23 Januari 2019 selama 15 hari.

Komentar dan Review film The Kid Who Would Be King

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi