Poster Film The Post
  • 7.4/10
  • 88%
  • 7.5/10

Sinopsis film The Post

Berdasarkan kisah nyata tentang Katharine Graham (Meryl Streep) yang merupakan wanita pertama yang memimpin penerbitan koran terkenal yaitu The Washington Post. Dengan bantuan pemimpin redaksinya Ben Bradlee (Tom Hanks) mereka  berlomba dengan The New York Times untuk membongkar kasus yang disembunyikan oleh pemerintah Amerika selama 3 tahun dan kepemimpinan 4 presiden mengenai perang Vietnam.

Adegan selama kredit film: Tidak Ada
Adegan setelah kredit film: Tidak Ada

Info Film

  • Tanggal Rilis 21 Februari 2018
  • Durasi 116 menit
  • Sutradara Steven Spielberg
  • Produser Steven Spielberg, Kristie Macosko, Krieger Amy Pascal
  • Produksi DreamWorks Pictures, 20th Century Fox, Amblin Entertainment, Participant Media, Pascal Pictures, Star Thrower Entertainment
  • Distributor 20th Century Fox, Universal Pictures
  • Genre Biography, Drama, Historical
  • Kelompok Umur 13+

Daftar pemain film The Post

Review & Ulasan film The Post

Film yang mengingatkan kita akan kebebasan pers dengan detail mekanisme produksi surat kabar pada tahun 70’an yang sangat berkesan

| Ditulis oleh:

The Post (2018) adalah film terbaru dari sutradara kenamaan Steven Spielberg. Tidak tanggung-tanggung, ada dua orang produser kenamaan yang mensupport Spielberg dalam film ini, yaitu Kristie Macosko Krieger dan Amy Pascal, selain namanya sendiri yang juga ikut menjadi jajaran produser film ini. Cast dalam The Post pun penuh dengan aktor dan aktris kawakan seperti Tom Hanks dan Meryl Streep, serta cast pendukung yang mumpuni seperti Sarah Paulson, Bob Odenkirk, Tracy Letts, Bradley Whitford, Bruce Greenwood, dan Matthew Rhys.

Cerita The Post berawal saat perang antara Vietnam dan Amerika tahun 1966. Seorang team independent analis militer Daniel “Dan” Ellsberg (Mastthew Rhys) melihat langsung dan terjun ke medan perang di Vietnam yang berujung pada baku tembak berdarah yang banyak menelan korban dari pihak Amerika. Beruntung Dan berhasil selamat dari baku tembak tersebut dan pulang ke Amerika dengan report yang mencengangkan. Tetapi, sesampainya di Amerika, sekretaris pertahanan Robert McNamara (Bruce Greenwood) malah menyatakan hal yang berbeda kepada media. Dengan kata lain, McNamara berbohong pada publik Amerika. Melihat hal tersebut, Dan geram dan nekat mengcopy riset milik McNamara yang berjudul “Hubungan Amerika Serikat – Vietnam 1945 – 1966”.

Alur cerita maju cepat ke tahun 1971, di mana Pentagon Paper ("Hubungan Amerika Serikat-Vietnam 1945-1966") yang telah di copy oleh Dan bocor dan sebagian datanya menjadi halaman depan New York Times. Times mengatakan kepada dunia bahwa empat pemerintahan berturut-turut telah menyesatkan publik Amerika tentang perang tersebut, serta mantan sekretaris pertahanan Robert McNamara tahu “kita tidak bisa menang di tahun 65, dan itu adalah omong kosong enam tahun yang lalu!". Setelah artikel tersebut menjadi Headline di New York Times, aksi unjuk rasa terjadi dimana-mana. Pentagon di bawah pemerintahan Nixon tidak tinggal diam. New York Times dituntut dan diseret ke pengadilan oleh Pentagon karena dirasa telah nembocorkan data Top Secret negara.

Fokus cerita berpindah pada janda sosialita Katharine "Kay" Graham (Meryl Streep) pemilik dan penerbit Washington Post. Pasca ditinggal meninggal oleh suaminya, Washington Post mengalami kesulitan sehingga ia terpaksa harus membuka saham Washington Post bagi publik. Di tengah kondisinya yang sulit, Kay juga harus berhadapan pada situasi politik yang tidak menyenangkan. Ia adalah teman dekat McNamara yang saat itu sedang menjadi sorotan karena risetnya yang bocor dan diterbitkan oleh Times. Sedangkan Washington Post dibawah komando editor dan wartawan senior Ben Bradlee (Tom Hanks), ingin ikut masuk dalam permainan besar yang telah dimulai oleh Times. The Post sendiri berhasil mendapatkan Pentagon Papers lengkap melalui wartawan hadal mereka Ben Bagdikian (Bob Odenkirk). Kay sebagai pemilik The Post berada pada pilihan yang sulit. Ia harus mempertaruhkan segala yang ia punya jika berani menerbitkan Pentagon Paper tersebut. Belum lagi adanya tekanan dari para bankir dan penasehat internalnya. Akankah Kay berani mengambil keputusan besar untuk tetap menerbitkan Pentagon Papers dan melakukan hal yang benar?

Ditulis oleh Liz Hannah dan Josh Singer, The Post telah digambarkan oleh Hanks sebagai sebuah cerita Katharine “Kay” Graham menjadi 'Katharine Graham the iron lady”. Tentu saja, karakter Streep memberikan pivot emosional dimana drama berubah dari Kay yang tadinya tampak lemah dan ragu-ragu menjadi Kay yang tegas dan sangat berani mengambil keputusan untuk masa depan dan posisi Washington Post. Tak terhitung berapa kali, Spielberg menggambarkan Kay sebagai satu-satunya wanita tak berdaya di ruangan yang penuh dengan jajaran direksi The Post yang sangat provokatif. Namun, seiring perkembangan cerita, Kay mulai menemukan suaranya sendiri - ragu pada awalnya, tapi semakin tegas, teguh, dan jujur diakhir.

Sedangkan untuk Hanks, dia menangkap keberanian yang dimainkan Bradlee, yang menyadari bahwa hubungan nyaman yang dialaminya dengan presiden dan parlemen pemerintahan Amerika sebelumnya harus segera berakhir. Dengan sikap dagu yang khas, Hanks tampak benar-benar berada di tengah deretan jam mesin ketik sebagai editor professional. Ia tidak mau ketinggalan mengambil peran dalam perang pemerintah vs pers. Hal lain yang menarik adalah bagaimana ketegangan nyata di dunia percetakan. Spielberg tidak lantas mengabaikan tentang mekanika detail produksi logam panas yang membuat kenikmatan nyata industri percetakan dalam karya mesin Linotype lama sehingga terciptalah surat kabar pada masa itu.

The Post mengingatkan kita bahwa "Founding Fathers memberikan kebebasan kepada pers perlindungan yang harus dilakukan untuk memenuhi peran pentingnya untuk melayani rakyat bukan pemerintah ". Pembuatan film ini mungkin bukan sebuah terobosan, tetapi cerita dalam film ini menjadi lebih relevan dan diceritakan dengan kecerdasan, ketepatan, dan semangat yang tinggi. Sebuah film yang menarik untuk disimak sebagai tonggak dari sejarah undang-undang pers yang sampai sekarang masih digunakan diberbagai belahan dunia.

7.5/10

Penulis:

on my way to be Fashion Designer

Trailer film The Post

Komentar dan Review film The Post

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi