Poster Film Yowis Ben
  • 6.5/10

Sinopsis film Yowis Ben

Sudah sejak lama Bayu (Bayu Skak) menyukai Susan (Cut Meyriska) yang sudah mempunyai pacar Roy (Indra Wijaya) seorang gitaris teman satu sekolahnya, tetapi Bayu yang anak pedagang pecel ini justru dimanfaatkan untuk selalu membawa pecel bagi teman-teman OSISnya. Bayu ingin lebih populer dari Roy, maka ia bersama Doni (Joshua Suherman), Yayan (Tutus Thomson) dan Nando (Brandon Salim) membentuk band yang bernama Yowis Ben di kota Malang.

Adegan selama kredit film: Tidak Ada
Adegan setelah kredit film: Tidak Ada

Info Film

  • Tanggal Rilis 22 Februari 2018
  • Durasi 99 menit
  • Sutradara Fajar Nugros, Bayu Skak
  • Produser -
  • Produksi Starvision Plus
  • Distributor -
  • Genre Comedy, Drama
  • Kelompok Umur 13+

Daftar pemain film Yowis Ben

Review & Ulasan film Yowis Ben

Guyonan Jawa bikin ngakak dengan akting kurang greget

| Ditulis oleh:

Masuk studio bioskop hampir terlambat lalu dikejutkan bangku paling depan sudah terisi hampir penuh. Menghempaskan pantat sambil berpikir; setinggi itukah atensi penonton terhadap film yang sebelumnya diolok-olok warganet sebagai filmnya para asisten rumah tangga (ART) ini? Warganet yang kejam dan maha-benar harus menyadari bahwa pendapatnya tidak selalu benar; atau, itu hanyalah trik marketing agar banyak orang penasaran?

Film diceritakan kilas balik bagaimana kisah Bayu Skak dan band-nya, Yowis Ben; terbentuk, gagal, sukses, konflik karena seorang gadis, dan bubar. Jalan cerita klise sebagaimana cerita perjalanan sebuah band musik apabila difilmkan.

Bayu disini berperan sebagai Bayu "Pecel Boy". Seorang siswa SMA yang tidak malu untuk membantu ibunya berjualan nasi pecel dengan membawa barang dagangan ke sekolahnya. Sebuah nilai baik yang ingin disampaikan pembuat film, tentu saja. Bayu yang diceritakan nggak modis serta cupu, digambarkan bahwa untuk bertemu dengan seorang cewek cantik di sekolahnya, Susan diperankan Cut Meyriska, dia berkonsultasi dengan Cak Jon dan menuruti mentah-mentah sarannya. Tentu saja awalnya gagal. Tapi, situasi dan kondisi zaman now, tampilan fisik bisa ditutupi dengan kepopuleran seseorang dilihat dari berapa banyak "pengikut" di aplikasi sosial media Instagram. Bayu yang awalnya punya banyak following daripada follower berubah menjadi populer secara tiba-tiba berkat video musik Yowis Ben yang "konon" dapat jutaan view di Youtube dan berimbas pada Instagram Bayu.

Yowis Ben terbentuk atas inisiatif Bayu yang ingin menjadi populer demi mendapatkan cewek cantik di sekolahnya. Dia mengajak sahabatnya Doni (Joshua Suherman), yang tertarik dengan ide Bayu tapi dengan motivasi mencari perhatian orang tuanya yang cuek. Bergabung berikutnya Yayan (Tutus Thomson), seorang penabuh bedug masjid sebagai drummer, serta Nando (Brandon Salim) yang awalnya "dipaksa" bergabung karena kegantengan dan kepopulerannya, ternyata mempunyai motivasi untuk diakui skill-nya bukan tampang gantengnya.

Karakter Susan sebagai poros konflik terasa kurang natural. Berperan sebagai gadis yang awalnya memanfaatkan, menjadi tertarik kepada Bayu karena embel-embel follower dan kepopulerannya, Cut Meyriska berekspresi serba tanggung saat menghadapi Bayu dan personil Yowis Ben yang lain.

Keunggulan film ini dibanding film sejenis yang lain adalah bahasa dan guyonan yang dipakai hampir di seluruh dialognya adalah bahasa Jawa Timuran, dengan sedikit ciri khas bahasa Malang yang dibolak-balik. Disertai subtitle bahasa Indonesia tentu saja.

Joshua Suherman terlihat berakting menonjol dibanding pemeran yang lain, kecuali Bayu yang sanggup mengimbanginya. Tentu para pemain pendukung seperti para pelanggan di warung pecel ibunya Bayu yang merupakan komedian Jawa Timur, yaitu Cak Kartolo dan Cak Sapari bisa tetap luwes memancing tawa.

Penggambaran latar yang indah, kampung warna-warni Jodipan, Malang sebagai kampung rumah Bayu, hanya sekilas terekspos. Yang terlihat hanya sebagai background scene dialog Bayu dan Omnya, Cak Jon,  serta Bayu dan teman se-band-nya kadang ngobrol nongkrong di "atap" rumahnya itu.

Film tentang band musik fiksi, kisah cinta Bayu Skak, serta guyonan Jawa Timuran yang cukup membuat rileks jika dilihat sebagai tontonan tanpa banyak beban. Walaupun masih ada kekurangan, tetap layak untuk mendapatkan apresiasi sebagai film Indonesia yang membawa bahasa dan komedi kedaerahan.

6.5/10

Penulis:

Mengaku diri sebagai fotografer sekaligus penggila film tapi takut film setan lokal.

Trailer film Yowis Ben

Komentar dan Review film Yowis Ben

3 komentar untuk Yowis Ben

  • Krisma anisa diah kurniasari -

    Jam berapa ya film ini dimulai

    Balas
  • Muchammad nur ibrahim -

    Tayang jam berapa nih film yowis ben..

    Balas
  • Wulan Afriani Harahap -

    Apakah flimnya masih tayang di kota medan? Di bulan april ini.

    Balas

Beri balasan

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * harus diisi